Tidak semata2 PERMINTAAN secara langsung mempengaruhi harga?? Ketersediaan barang (kapasitas produksi) kan berpengaruh juga?? harga beras naik, bukan (hanya) karena permintaan terhadap beras naik.Tapi (mungkin) juga karena produksi turun. Kembali ke Biodisel VS Minyak Goreng... Produksi CPO Nasional (yang sebelumnya diperuntukkan bagi bahan baku minyak goreng dan produk turunannya) masih konstan,namun pabrik2 pengolahan Biodisel sudah didirikan. Sebagian bahan baku yang tadinya untuk minyak goreng, diolah di pabrik ini menjadi Biodiesel. Otomatis produksi minyak goreng turun. Inilah yang disebut PMII, (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) di situsnya sebagai kebijakan SBY-JK serampangan. Produksi CPO yang sehausnya untuk minyak goreng dialihkan ke Biodisel tanpa kontrol. Otomatis, kebutuhan minyak goreng di pasar domestik, tidak terpenuhi. Hubungannya dengan kebutuhan bahan bakar di Eropa? Saat ini sedang gencar2nya kawasan Eropah melakukan konversi BB Fosil (yang tidak terbarukan) ke Biodiesel (terbarukan). Mereka mendirikan pabrik Biodiesel, yang bahan bakunya didatangkan dari Negara-negara penghasil CPO seperti Indonesia... Saya berasumsi, (Masih asumsi belum ada data dan analisis). harga CPO di pasaran internasional yang terus melambung belakangan ini adalah permainan Eropa dan Amerika untuk "MERANGSANG" Negara2 pernghasil CPO meningkatkan produksi CPO nya (baca : menambah luasan kebun Kelapa Sawit). Tujuannya adalah, jika Amerika dan Eropa sudah sempurna melakukan konversi BB fosil ke Biodisel (termasuk fasilitas pendukungnya), sudah ada jaminan ketersediaan bahan baku. Sedikit melebar.. Hal ini berbahaya bagi lingkungan hidup. Akan terjadi konversi Hutan menjadi Kebun Kelapa Sawit. Saat ini saja, konversi Hutan menjadi Kebun Kelapa Sawit Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan beberapa wilayah di Sumatera masih terus terjadi (di Brazil saya tidak ada informasi). Jika ini terus berlangsung, es di kutup akan lebih cepat mencair akibat pemanasan global...daerah pinggiran pantai akan terendam.
Thursday, July 12, 2007
Friday, June 29, 2007
AC Buatan Sendiri
Teman tema yang membaca blog ini, boleh mencobanya di rumah...
ada email dari teman, terus saya tanggapi. Semoga bermanfaat bagi pengunjuk blog ini.
Tadinya saya merasa tidak sanggup membalas email ini, karena saya tidak merasa pakar seperti yang anda sebut di email anda..
Saya juga bukan "fisikawan" sama seperti anda. Bedanya, kalau anda suka eksperimental, saya suka design-nya...Beti ajah alias Beda Tipis.hehehe.
Lebih enak rasanya menaggapi eksperimen anda, jika diserta sket. Tanpa sket sistemnya, kita jadi menghayal...syukur2 ga salah ngayal.. . Kemudian, anda tidak menyebut anda percobaan di daerah mana, sehingga saya tidak bisa membayangkan seberapa "dingin" air yang disediakan jika dibandingkan dengan suhu di kamar anda.
Misalnya, jika anda menyediakan air "dingin" dengan suhu 24 C, lalu anda buat percobaan di Kampung saya (Berastagi Tanah Karo, Sumut ) yang suhu rata-rata hariannya sekitar 15C, yang terjadi bukan "PENDINGINAN, malah alat anda jadi "PEMANAS RUANGAN". .
Sebaliknya, jika anda menyediakan air "dingin" dengan suhu 24C, lalu anda melakukan eksperimen di Kampung Kakek saya (Sibolga, Sumut - Daerah pesisir) yang suhu rata2 hariannya sekitar 30C, maka alat anda (masih) berfungsi sebagai pendingin ruangan. Mengapa saya pakai kata "masih"? Coba hitung, laju perpindahan panasnya tidak akan cukup membuat anda mersakan "dingin"nya.
Tapi kalo untuk percobaan di Sibolga, anda menggunakan air dengan suhu sekitar 15C, anda akan merasa coooooool.....
Kenapa bisa begitu??? Saya menghayalkan (tidak ada sketnya) alat anda bekerja nya begini...
Asumsikan (pertama) : anda melakukan percobaan di Sibolga, menggunakan air dengan suhu 15C. Tanpa kipas pun, akan terjadi perpindahan panas (radiasi) dari pipa ke ruangan, nilainya negatif (pendiginan). Suhu "dingin" ini terjadi akibat adanya perpindahan panas dari air (dalam pipa) ke "bahan" pipa (konduksi).
Saya ajak anda menghayalkan, besarnya laju perpindahan panas dari air ke ruangan, dipengaruhi oleh :
1. Suhu air
2. Aliran air.
3. Bahan pipa.
4. Suhu ruangan.
5. Dimensi pipa
Rumusnya ada di buku "Perpindahan Panas" J.P Holman. atau " Heat Transfer" H. Incropera. (kali ini anda harus suka dengan rumus dan buku ini!nhehehe). Yang ini, ga perlu dihayalkan...dibuka aja bukunya.
Lalu dengan kipas bagaimana???
Fan akan mempercepat laju perpindahan panas dari pipa ke seluruh ruangan... lajunya berapa?? tergantung daya listrik, diamerter sudu fan, dll... (STOP!! Pembahasan jangan sampai melebar ke sana. Yang ini beda topik)
Asumsi kedua, saya tidak salah menghayalkan desain percobaan anda. hahahahahah.
Semoga khayalan saya membantu anda. Maju terus Fisika Indonesia.
Salam Kenal
Arnold Lbn Gaol
www.arnold1102.blogspot.com
www.friendster.com/arnold1102
Yuda
Friday, May 25, 2007
Matahari
Ketel Uap 14 ton/jam
Wednesday, January 3, 2007
Pendidikan
I. Pendidikan Formal 1. Jurusan Teknik Mesin FT USU (1999-2005) 2. SMU RK St. Maria Pakkat (1996-1999) 3. SMP Negeri 1 Pakkat (1993-1996) 4. SD Negeri No.173468 Pulogodang (1987-1993) Informal 1. Latihan Kepemimpinan Transformasional, Yayasan Binadarma Salemba, tahun 2000 2. Training of Trainers Pola Dasar Sistem Pendidikan Kader GMKI, Yayasan Binadarma Salemba, tahun 2002. 3. Pelatihan Auto Cad, GMKI Komisariat FT USU, tahun 2004. 4. Workshop Jurnalistik Dasar, Harian Kompas, tahun 2005. 5. Pelatihan Perencanaan Strategis, GMKI Medan, tahun 2005.